Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Maret 2012
Kuliah S-2...?? No, thanks.
Siapa sih yang ga pengen melanjutkan kuliah ke S-2?
"Aku...!!"
*angkat tangan tinggi-tinggi*
Yup! Di saat teman-temanku ribut merencanakan kuliah S-2-nya, aku malah ga pengen :P
Masalah biaya? (biasanya ini alasan utama sih)
TIDAK.
Masalah izin suami? (ini juga banyak terjadi)
TIDAK JUGA. Suami sih asyik-asyik aja.
Fokus ke bisnis?
Hahhaaa..., niat aja engga.
Lalu kenapa?
Rabu, 04 Januari 2012
Apa Mimpimu?
Apa mimpimu hari ini?
Masihkah kau punya mimpi?
Apa yang terjadi jika mimpimu sudah terpenuhi?
Masihkah kau punya mimpi yang lain?
Pertama kali aku punya mimpi, atau lebih sering disebut cita-cita, aku ingin jadi dokter. Mengapa? Karena jadi dokter itu keren, bisa menolong orang, punya kemampuan untuk mengubah keadaan yang tidak diinginkan. Sampai suatu ketika aku menyadari aku penakut terhadap hal-hal yang dilakukan seorang dokter.
Pernah juga punya cita-cita ingin jadi pilot. Karena pilot bisa jalan-jalan terus keliling dunia. Sampai aku tahu bahwa untuk jadi pilot aku harus menempuh pendidikan militer yang cukup keras.
Sabtu, 03 Juli 2010
Mau Dicaplok Ular Gede
Pada suatu pagi yang cerah (halah!) Lutfi manggil-manggil namaku.
"Lina…! Lina…! Sini sebentar, Lin…! Aku mau nunjukin sesuatu."
"Apaan sieh, Lut?!"
"Sini dulu deh…."
Lutfi ngebujuk aku sambil narik-narik tanganku. Padahal aku dah ga tertarik gitu deh….
"Coba lihat ke atas, Lin!"
Aku mendongak, ngelihat ke arah yang ditunjuk Lutfi.
"Itu! Bagus kan?" katanya sambil senyam senyum bangga.
"Tadi aku sama Handita ketemu program bagus banget deh. Itu! Terus kami utak-atik.
Program???
Yang aku lihat di hadapanku ada ular raksasa gede banget! Diameternya hampir sepanjang rentangan tanganku. Ga tau deh itu ular sebenarnya apa. Entah hologram atau robot. Yang jelas itu program komputer yang diketemuin Handita dan Lutfi.
"Waaaaaaa…….!"
Aku terpana. Tapi lama-lama aku gak tertarik.
"Ah, Lut, ularnya cuman bisa nampang kayak gini aja?" kataku sok-sok meremehkan.
"Enggak kok." Lutfi protes. "Ularnya bisa ngeliatin kita, mencium bau kita, bisa deteksi infrared juga lho."
"Buktinya?!"
Lutfi ngasih instruksi. Terus ularnya merunduk ke arahku. Aku mundur.
"Ular…, gigit Lina!"
Langganan:
Postingan (Atom)

